Mekanisme  Pencatatan Perkawinan Yang Dilaksanakan Di Luar Negeri
Post

Mekanisme Pencatatan Perkawinan Yang Dilaksanakan Di Luar Negeri

Perkawinan pada dasarnya dapat dilaksanakan di dalam maupun di luar negeri. Perkawinan yang dilaksanakan di luar negeri, maka terdapat 2 (dua) kemungkinan : Perkawinan yang dilaksanakan antara pasangan WNI, serta Perkawinan yang dilaksanakan antara pasangan WNI dan WNA. Perkawinan yang dilaksanakan baik antara pasangan WNI atau perkawinan yang dilaksanakan antara pasangang WNI dan WNA (Campuran)

Hak Asuh Orang Tua Terhadap Anaknya Dicabut, Ini Sebabnya
Post

Hak Asuh Orang Tua Terhadap Anaknya Dicabut, Ini Sebabnya

Siapa bilang orang tua tidak dapat dicabut hak asuhnya terhadap anak kandungnya. Pada dasarnya setiap anak yang dilahirkan di dunia ini wajib dipelihara dan didiik oleh kedua orang tuanya sebagaimana tertuang dalam UU Perkawinan dan UU Perlindungan Anak. Pasal 45 UU Perkawinan  : Kedua orang tua wajib memelihara dan mendidik anak-anak mereka sebaik-baiknya. Kewajiban orang

Buat Perjanjian Pra Nikah Setelah 1 Tahun Perkawinan, Bolehkah ?
Post

Buat Perjanjian Pra Nikah Setelah 1 Tahun Perkawinan, Bolehkah ?

Dalam beberapa literatur, perjanjian pra nikah diartikan sebagai perjanjian tertulis yang dibuat antara calon suami dan calon isteri terkait dengan adanya pemisahan harta yang diperoleh nantinya selama melangsungkan perkawinan. Perjanjian pra nikah dibuat karena UU Perkawinan di Indonesia mengenal suatu prinsip hukum bahwa apabila terjadi suatu perkawinan antara laki-laki dan perempuan maka harta yang diperolehnya

Perkawinan Beda Agama, Dapatkah Dicatatkan ?
Post

Perkawinan Beda Agama, Dapatkah Dicatatkan ?

Apakah boleh menikah beda agama di Indonesia ? Setidaknya terdapat 2 (dua) pandangan untuk menjawab pertanyaan tersebut, terdapat pandangan yang membolehkan dan terdapat pandangan yang tidak membolehkan. Penulis sendiri lebih cenderung kepada pendapat bahwa saat ini hukum di Indonesia tidak memungkinkan perkawinan yang dilangsungkan dengan dasar perbedaan agama, karena tidak mungkin dapat dicatatkan, kecuali :

Itsbat Nikah, Cara Melegalkan Nikah Siri ?
Post

Itsbat Nikah, Cara Melegalkan Nikah Siri ?

Nikah siri (sirri) dapat diartikan sebagai perkawinan yang dilakukan oleh suatu pasangan namun dirahasiakan. Mengapa dikatakan dirahasiakan ? hal ini dikarenakan ijab kabul yang dilakukan oleh pasangan tersebut sifatnya terbatas yaitu hanya dilakukan dihadapan pemuka/ tokoh agama, tanpa ada petugas pencataan nikah dari Kantor Urusan Agama (KUA), sehingga perkawinan yang dilakukan tidak memiliki surat nikah

Syarat Poligami Menurut UU Perkawinan
Post

Syarat Poligami Menurut UU Perkawinan

UU Perkawinan menganut prinsip boleh melakukan perkawinan bagi seorang laki-laki/ suami lebih dari 1 (satu) kali, tetapi wajib mematuhi seluruh ketentuan yang ada di dalam UU Perkawinan dan peraturan pelaksananya. Dengan demikian, setiap laki-laki/suami memiliki hak melakukan poligami. Namun, bagi laki-laki/ suami yang akan melakukan poligami yang sah dan dicatatkan oleh negara, maka hal tersebut

Hak dan Kewajiban Isteri dan Suami
Post

Hak dan Kewajiban Isteri dan Suami

Salah satu yang diatur dalam UU Perkawinan adalah mengenai hak dan kewajiban isteri setelah melangsungkan perkawinan. UU Perkawinan menegaskan kedudukan hak dan kewaiban suami dan isteri dalam suatu perkawinan (rumah tangga) adalah seimbang. Seimbang disini berarti antara suami dan isteri harus saling menghormati serta saling mencintai. Selain itu, suami dan isteri mempunyai hak yang sama

Cara Mengajukan Permohonan Perwalian Oleh Keluarga Anak
Post

Cara Mengajukan Permohonan Perwalian Oleh Keluarga Anak

Anak yang berada dibawah umur adalah anak yang belum berusia 18 tahun. Anak yang belum berusia 18 tahun pada dasarnya tidak dapat melakukan perbuatan hukum. Oleh karena itu, agar anak itu dapat melakukan perbuatan hukum, maka wajib diwakilkan oleh orang tuanya. Bagaimana jika orang tua anak tersebut telah meninggal dunia atau orang tua tersebut tidak

Perlukah Membuat Perjanjian Perkawinan ?
Post

Perlukah Membuat Perjanjian Perkawinan ?

Salah satu pertanyaan timbul bagi mereka yang akan melangsungkan perkawinan adalah apakah perlu membuat perjanjian perkawinan atau tidak ? Bagi mereka yang percaya perkawinan yang dilangsungkannya awet seumur hidup, maka “perjanjian perkawinan” tidak perlu dibuat. Namun, bagi mereka menganut prinsip kehati-hatian dalam membangun rumah tangga, maka “perjanjian perkawinan” adalah hal yang perlu dipikirkan untuk dibuat.

Perkawinan Yang Dilarang Menurut Hukum
Post

Perkawinan Yang Dilarang Menurut Hukum

Terdapat 6 (enam) jenis perkawinan yang dilarang menurut UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yaitu: Berhubungan darah dalan garis keturunan lurus ke bawah atau ke atas, Berhubungan darah dalam garis keturunan menyamping yaitu antara saudara, antara seorang dengan seorang saudara orang tua dan antara seorang dengan saudara neneknya, Berhubungan semenda, yaitu mertua, anak tiri,